 " nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > harus gabung dalam jamaah tentu < / h3 > " , " isi " :[ " assalamualaikum ustadz , ana mau tanya , apakah hukum gabung dalam majelis dalam ajar islam . lama ini , ana tidak gabung resmi dengan yang nama majelis karena satu dan lain hal , tetapi ana tetap aktif diskus dengan ikhwan akhwat teman ana atau ana lebih senang baca buku - buku , tonton televisi , ikut seminar - seminar , atau cari informasi sendiri lewat media . alhamdulillah paham tetap jalan dan ana anggap baik - baik saja , tahu asa jadi lebih luas , misal tentang paham mazhab - mazhab dalam islam atau bagaimana ijtihad orang salaf dan tarbiyah atau juga sekadar harus tahu bagaimana islib , mu ' tazilah , syiah , bahkan banyak teman - teman ana sendiri aku tidak paham seperti ana . ana sendiri jadi suka bentuk argumen sesuai ilmu yang ana punya , insyaallah kuat . apakah itu masih baik - baik saja ? " , " ana senang karena bisa beri informasi kepada orang banyak . ana tetap ikut syariat yang memang dalil jelas lama memang benar dan ana sering cari tali antara manhaj yang shahih itu . ana takut sekali taklid hadap satu paham , karena pernah ada orang sahabat yang taklid dengan syiah hingga seperti orang yang tidak sadar . bagaimana harus sikap ini ? " , " bagaimana tiap kali ada jamaah tanya ,  " kamu harus ada dalam jamaah , apa jamaah kamu ?  " lalu , ana lebih senang jawab ,  " ana adalah orang islam " , tidak sebut diri ana tarbiyah , atau ana salaf , atau lain - lain . ana sedih sekali lihat pecah dalam islam . terima kasih banyak ustadz , tahu saya masih minim sekali jadi harus banyak tanya . moga selamat selalu sama ustadz . assalamualaikum . " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " thu 13 april 2006 01 : 18  " , "  4 . 546 views  n " , " n " , " n " , " assalamualaikum ustadz , ana mau tanya , apakah hukum gabung dalam majelis dalam ajar islam . lama ini , ana tidak gabung resmi dengan yang nama majelis karena satu dan lain hal , tetapi ana tetap aktif diskus dengan ikhwan akhwat teman ana atau ana lebih senang baca buku - buku , tonton televisi , ikut seminar - seminar , atau cari informasi sendiri lewat media . alhamdulillah paham tetap jalan dan ana anggap baik - baik saja , tahu asa jadi lebih luas , misal tentang paham mazhab - mazhab dalam islam atau bagaimana ijtihad orang salaf dan tarbiyah atau juga sekadar harus tahu bagaimana islib , mu ' tazilah , syiah , bahkan banyak teman - teman ana sendiri aku tidak paham seperti ana . ana sendiri jadi suka bentuk argumen sesuai ilmu yang ana punya , insyaallah kuat . apakah itu masih baik - baik saja ? " , " ana senang karena bisa beri informasi kepada orang banyak . ana tetap ikut syariat yang memang dalil jelas lama memang benar dan ana sering cari tali antara manhaj yang shahih itu . ana takut sekali taklid hadap satu paham , karena pernah ada orang sahabat yang taklid dengan syiah hingga seperti orang yang tidak sadar . bagaimana harus sikap ini ? " , " bagaimana tiap kali ada jamaah tanya ,  " kamu harus ada dalam jamaah , apa jamaah kamu ?  " lalu , ana lebih senang jawab ,  " ana adalah orang islam " , tidak sebut diri ana tarbiyah , atau ana salaf , atau lain - lain . ana sedih sekali lihat pecah dalam islam . terima kasih banyak ustadz , tahu saya masih minim sekali jadi harus banyak tanya . moga selamat selalu sama ustadz . assalamualaikum . " , " n " , " apa yang anda muka itu memang buah representasi tulus dan ikhlas anda . memang tidak ada harus buat siapa untuk ikut kelompok mana . namun juga tidak ada larang untuk ikut suatu kelompok atau jamaah , lama masih ada di dalam manhaj aqidah ahlussunnah wal jamaah . " , " masing - masing jamaah itu punya lebih serta prestasi masing - masing yang bisa bangga . sungguh satu dan lain memang harus saling kuat . karena kompleksitas masalah umat islam yang demikian besar , nyaris tidak mungkin buah jamaah pikir bahwa hanya jamaah mereka sendiri saja yang bisa tangan masalah itu . " , " jamaah - jamaah yang milik umat islam umum masih batas mampu . belum ada satu pun jamaah yang mampu tangan semua problematika umat . semua rata - rata masih masalah dengan jumlah sdm , apalagi kalau sudah bicara tentang kualitas sdm . dan yang sudah muttafaqun ' alaihi dari semua jenis lemah adalah masalah klasik , yaitu masalah dana dan budget . " , " sehingga amat tidak layak bila masing - masing jamaah itu rasa harus paling benar sendiri atau paling besar sendri , lantas nafi ada jamaah lain . yang lebih tepat harus adalah sinergi dan saling lengkap . sebab nyata , besar apa buah jamaah yang milik umat islam , tetap saja butuh " , " dari jamaah lain . " , " khusus buat anda sendiri , sungguh tidak ada yang salah ketika kiprah dalam suatu jamaah yang turut anda paling cocok . asal sikap mental anda pun tetap jaga dan tidak anggap bahwa saudara anda yang ada di shaf yang beda dengan anda bagai musuh atau saing . " , " harus tiap elemen umat tidak perlu rasa bahwa jamaah itu satu - satu jamaah yang diridhai allah . sebab yang diridhai allah itu hanya islam saja , bukan jamaah tentu . dan lama mash agama islam , orang insya allah akan tetap ada di dalam ridha allah swt . " , " apalagi ingat sekarang ini belum ada jama ' atul muslimin bagaimana yang gambar oleh rasulullah saw . kelompok salaf , tarbiyah , ikhwan , jamaah tabligh , hizbu tahrir dan ratus elemen lain bukan jama ' atul muslimin , lain hanya bagi kecil dari sekian banyak jamaah - jamaah milik umat islam . ikut gabung dengan salah satu tentu ada istimewa , namun bukan arti yang tidak ikut lantas jadi kafir atau kurang kadar iman . " , " bahkan boleh jadi mereka yang tidak ikut dengan salah satu kelompok malah dapat ridha di sisi allah . mungkin karena amal yang besar dan lahir sekian banyak baik dan manfaat buat umat islam . apalagi bila iring dengan ikhlas yang murni . balik , bukan tidak mungkin mereka yang sudah gabung dengan agam kelompok itu malah kalah dari segi amal oleh mereka yang belum gabung . " , " namun yang sudah ada dalam suatu jamaah , kalau lihat dari segi berkah jamaah , tentu saja punya nilai sendiri . dan beda dengan mereka yang tidak gabung . namun semua itu bukan arti orang yang tidak ikut dengan suatu jamaah tentu lantas anggap iman kurang . sebab iman dan kualitas islam itu rupa privasi orang dengan cipta . " , " sementara yang nama buah jamaah itu biar bagaimana pun adalah buah hasil ijtihad , yang terkadang ijtihad itu bisa benar dan terkadang tidak luput dari salah manusiawi . " , " khusus nasehat yang juga penting untuk anda dalam masalah ini adalah tentang penting tuntut ilmu dan dalam masalah agama . apa yang anda sebut itu sudah sangat baik , hanya tinggal tingkat baik kualitas maupun kuantitas . syukur kalau sampai bisa kuasa kunci utama , yaitu bahasa arab . sebab rujuk ilmu - ilmu islam itu 99 bahasa arab . tentu sangat sulit bila orang yang tuntut ilmu - ilmu agama tidak mampu rujuk kepada literatur asli . "
